News

Loading...

Selasa, 06 Juli 2010

Manajemen Kelas

BAB II
1.Dikatakan bahwa penglolaan siswa sama dengan penciptaan lingkungan belajar. Apakah menurut saudara kedua pengertian ini memang sama?
Sama, karena pengelolaan siswa merupakan pengaturan siswa di kelas oleh guru yang sedang mengajar sehingga setiap siswa mendapat pelayanan sesuai dengan kebutuhanya. Dan di dalam penciptaan lingkungan belajar guru juga harus mengusahakan agar setiap siswa mendapat pelayanan secara maksimal menurut kebutuhan.

2.Dalam tahap persiapan, guru diminta memperkirakan waktu yang akan digunakan untuk menguasai bahan. Jika guru salah menerka dan berakibat pelajarannya hampir tidak selesai, bagaimanakah saran saudara kepada guru untuk mengambil tindakan?
Sebaiknya guru memberikan tambahan pelajaran diluar jam sekolah tentang materi yang belum terselesaikan, memberikan tugas – tugas pengayaan kepada siswa dan untuk pembelejaran yang akan datang guru harus lebih memperhatikan waktu sesuai dengan alokasi waktu yang telah tercantum dalam Rencana Program Pembelajaran (RPP).

3. Bagaimamakah guru kreatif menurut anda?
Guru kreatif adalah guru yang dapat mengajak siswa – siswinya berinteraksi dengan kondisi belajar yang bervariasi sehingga anak didiknya tidak bosan, merasa senang, semangat belajar, dan interaktif sehingga akan terwujud pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, menyenangkan dan inovatif. Sedangkan guru yang tidak kreatif selalu monoton dalam proses pembelajaranya siswa merasa tidak bersemangat, tidak berfariasi dan siswa kurang tertarik dengan pelajaran yang diajarnya. Biasanya siswa cenderung asik sendiri dengan teman yang ada di sampingya.

4.Kelas adalah tempat bagi para siswa untuk tumbuh dan berkembangnya potensi intelektual dan emosional. Menurut saudara bagaimana syarat-syarat kelas yang baik?
Syarat kelas yang baik adalah:
  1. Rapi, bersih, sehat dan tidak lembab
  2. Cukup cahaya yang meneranginya
  3. Sirkulasi udara cukup
  4. Perabot yang keadaan baik, cukup jumlahnya dan ditata dengan rapi
  5. Jumlah siswa tidak lebih dari 40 orang



BAB III
1.Apa yang dimaksud dengan pendekatan:
  1. a.Otoriter
  2. Intimidasi : Pendekatan intimidasi adalah pendekatan yang memandang manajemen kelas sebagai proses pengendalian perilaku peserta didik. Peranan guru adalah memaksa peserta didik berperilaku sesuai dengan perintah guru.
  3. Permisif : Merupakan suatu proses untuk membantu anak didik agar merasa bebas untuk mengerjakan sesuatu kapan saja dan dimana saja. Peranan guru adalah mengusahakan semaksimal mungkin kebebasan anak didik.
  4. Buku masak : Pelaksanaannya dengan memberi satu daftar yang dapat menggambarkan apa yang harus dan apa yang tidak boleh dikerjakan oleh guru dalam mereaksi semua masalah atau situasi yang terjadi di kelas. Dalam daftar itu digambarkan tahap demi tahap apa yang harus dikerjakan oleh guru. Peranan guru hanyalah mengikuti petunjuk seperti yang tertulis dalam resep.
  5. Instriksional : Didasarkan atas suatu anggapan bahwa dalam suatu perencanaan dan pelaksanaan akan mencegah munculnya masalah tingkah laku anak didik, dan memecahkan masalah itu bila tidak bisa dicegah. Pendekatan ini menganjurkan tingkah laku guru dalam mengajar untuk mencegah dan menghentikan tingkah laku anak didik yang kurang baik. Peranan guru adalah merencanakan dan mengimplementasikan pelajaran yang baik.
  6. Pengubahan perilaku : Merupakan suatu proses untuk mengubah tingkah laku anak didik. Peranan guru adalah mengembangkan tingkah laku anak didik yang baik, dan mencegah tingkah laku yang kurang baik. Untuk itu, menurut pendekatan tingkah laku yang baik atau positif harus dirangsang dengan memberikan pujian atau hadiah yang menimbulkan perasaan senang atau puas, begitu pula sebaliknya.
  7. Proses kelompok : Merupakan pengelolaan kelas dengan proses kelompok yang memerlukan kemampuan guru untuk menciptakan kondisi - kondisi yang memungkinkan kelompok menjadi kelompok yang produktif dan harus dapat menjaga kondisi itu agar tetap baik. Guru berperan untuk mendorong perkembangan dan kerja sama kelompok.
  8. Iklim Sosio-Emosional : Merupakan pencapaian secara maksimal apabila hubungan antar pribadi yang baik berkembang di dalam kelas yang meliputi hubungan antara guru dan siswa serta hubungan antar siswa. Guru merupakan kunci pengembangan hubungan tersebut, oleh karena itu seharusnya guru mengembangkan iklim kelas yang baik melalui pemeliharaan hubungan antar pribadi di kelas agar terciptanya hubungan guru dengan siswa yang positif, sikap mengerti dan sikap ngayomi atau sikap melindungi.
  9. Eklektik : Merupakan pendekatan yang menekankan pada potensialitas, kreatifitas dan inisiatif wali kelas atau guru kelas dalam memilih berbagai pendekatan berdasarkan situasi yang dihadapinya.
  10. Analitik Pluralistik : Merupakan pengelolaan kelas yang menggunakan berbagai macam pendekatan yang memiliki potensi untuk dapat menciptakan dan mempertahankan suatu kondisi sehingga memungkinkan proses belajar mengajar berjalan efektif dan efisien. Guru memilih dan menggabungkan secara bebas pendekatan sesuai dengan kemampuan selama maksud dan penggunaannya untuk pengelolaan kelas adalah suatu set (rumpun) kegiatan guru.

2.Apa kelemahan dari masing-masing pendekatan tersebut di atas!
  • Otoriter : Pendekatan ini kurang mantap dalam pelaksanaan baik perintah maupun larangan dapat diterapkan atas dasar generalisasi masalah - masalah pengelolaan kelas tertentu.
  • Intimidasi : Siswa merasa dikucilkan dan takut terhadap guru, pendekatan ini tidak berlaku untuk situasi kelas yang ricuh atau ramai keseluruhan karena bersifat individu. Penggunaan pendekatan ini hanya bersifat pemecahan masalah secara sementara dan hanya menangani gejala-gejala masalahnya, bukan masalahnya itu sendiri. Kelemahan lain yang timbul dari penerapan pendekatan ini adalah tumbuhnya sikap bermusuhan dan hancurnya hubungan antara guru dan peserta didik
  • Permisif : Melalui pendekatan ini pengajar memandang mudah, tak banyak risiko. Namun sebenarnya pengajar gegabah dalam mengambil cara pendekatan, mengalihkan, menukar, mengganti suatu tugas atau penanggungjawab. Padahal pembelajar memiliki harga diri pribadi serta pola berpikir yang tidak sama. Pendekatan ini juga kurang menguntungkan dan tanpa kontrol yang memandang ringan terhadap gejala-gejala yang muncul seperti: mengalihkan, memasabodohkan, membiarkan dan memberi kebebasan terhadap peserta didik. Pihak pengajar dan pembelajar tampak bebas, kurang memikat. Pendekatan ini kurang menyadari bahwa sekolah dan kelas adalah sistem sosial yang memiliki pranata-pranata sosial
  • Buku masak : Apabila resep tertentu gagal mencapai tujuan, guru tidak dapat memilih alternatif lain karena pendekatan ini bersifat mutlak. Guru yang bekerja dengan kerangka acuan buku masak akan merugikan diri sendiri dan tidak mungkin menjadi manajer kelas yang efektif.
  • Instriksional : Anggapan bahwa dalam suatu perencanaan dan pelaksanaan akan mencegah munculnya masalah tingkah laku anak didik dan memecahkan masalah itu bila tidak bisa dicegah, namun masing – masing peserta didik memiliki permasalahan yang berbeda.
  • Pengubahan perilaku : Proses belajar sebagian atau bahkan seluruhnya dipengaruh oleh kejadian - kejadian yang berlangsung di lingkungan. Penguatan perilaku tertentu sejalan dengan usaha belajar yang hasilnya akan memperoleh ganjaran / hadiah (penguatan atau pendorong). Usaha pemberian hadiah atau ganjaran ini dimaksud untuk memberi penguatan tertentu agar muncul suatu perilaku baru yang semakin mantap, kuat dan disetujui. Perilaku tertentu yang diberi ganjaran cenderung untuk diteruskan.
  • Proses kelompok : Menumbuhkan pada diri pengajar dan pembelajar yang realistik tepat dan jelas, Suatu kelompok dalam kelas terciipta jika terrdapat kepemimpinan yang didistribusikan pada semua anggota kelompok, sehingga setiap anggota merasakan bahwa mereka mempunyai tanggungjawab untuk melaksanakan tugas kelompok dengan baik, Menumbuhkan hubungan interpersonal yang baik, positif di antara anggota kelompok yang menungkinkan dalam pengelolaan kelas dan menghindari tingkah laku yang menyimpang.
  • Iklim Sosio-Emosional : Kegiatan pembelajaran di sekolah berlangsung dalam suatu kelompok tertentu. Kelas adalah suatu sistem sosial yang memiliki ciri - ciri sebagaimana dimiliki oleh sistem sosial lainnya.
  • Eklektik : Penggunaan pendekatan ini dalam suatu situasi mungkin dipergunakan salah satu dan dalam situasi lain mungkin harus mengkombinasikan dan atau ketiga pendekatan tersebut (potensialitas, kreatifitas, dabn inisiatif).
  • Analitik Pluralistik : Kelemahanya mendominasi tergantung berdasarkan jenis pendekatan apa yang akan dipakai guru dalam mengatasi masalah yang dihadapinya.

3. Apa kelebihan dari masing - masing pendekatan tersebut di atas!
  1. Otoriter : Pengelolaan kelas sebagai proses untuk mengontrol tingkah laku siswa kearah disiplin, bila timbul masalah – masalah yang merusak kedisiplinan dan ketertiban kelas maka menggunakan pendekatan perintah dan larangan, penekanan dan penguasaan, penghukuman dan pengancaman.
  2. Intimidasi : Perlakuan yang menggunakan pendekatan ini akan menjadikan siswa tidak mengulangi perbuatannya lagi (siswa akan merasa jera) dan sebagai suatu proses untuk mengontrol tingkah laku anak didik.
  3. Permisif : Memiliki tema sentral yaitu apa, kapan, dan dimana juga guru hendaknya membiarkan peserta didik bertindak bebas sesuai dengan yang diinginkannya. Peranan guru adalah meningkatkan kebebasan peserta didik, sebab dengan itu akan membantu pertumbuhannya secara wajar. Campur tangan guru hendaknya seminimal mungkin, dan berperan sebagai pendorong mengembangkan potensi peserta didik secara penuh.
  4. Buku masak : Pendekatan ini cenderung menumbuhkan sikap reaktif pada diri guru dalam memanajeneni kelas. Dengan kata lain guru bisanya memberikan reaksi terhadap masalah tertentu dan sering menggunakannya dalam jangka pendek.
  5. Instriksional : Mengajar untuk mencegah dan menghentikan tingkah laku anak didik yang kurang baik. Para penganjur pendekatan instruksional dalam manajemen kelas cenderung memandang perilaku instruksional guru mempunyai potensi mencapai dua tujuan utama manajemen kelas. Tujuan itu adalah: 1) mencegah timbulnya masalah manajerial, dan 2) memecahkan masalah manajerial kelas
  6. Pengubahan perilaku : Pendekatan penghukuman ini dianggap bermanfaat bila segera menghentikan atau menghilangkan penampilan tingkah laku yang tak disukai sambil melaksanakan sistem penguatan yang tepat bagi kelayakan penampilan perilaku tertentu yang disukai. Memperlihatkan persetujuan terhadap perilaku yang disukai dan sebaliknya merupakan tindakan yang efektif untuk membina tingkah laku pembelajar dalam kelas adalah kunci dalam pengelolaan kelas melalui pengubahan perilaku.
  7. Proses kelompok : Menekankan pentingnya ciri - ciri kelompok sehat yang terdapat dalam kelas, didukung adanya saling berhubungan antar pembelajar dalam kelompok di kelas itu. Membantu kelompok bertanggungjawab atas perbuatan kelompok (anggota - anggotanya). Kelompok yang berfungsi secara efektif dapat melakukan pengawasan yang mantap terhadap anggota - anggotanya.
  8. Iklim Sosio-Emosional : Pembelajar perlu dilayani dengan penuh penghargaan sehingga pengajar mengupayakan sejauh mungkin kemungkinan yang menimbulkan kegagalan yang efeknya bisa membunuhkan motivasi, kecemasan, tanpa harapan, dan menyingkirkan perangsang timbulnya tingkah laku menyimpang. Kelas yang diliputi oleh hubungan inter-personal yang baik merupakan kondisi yang beriklim sosio emosional yang baik. Sehingga menjadikan pembelajar merasa tenteram tanpa suatu ancaman atau dikejar - kejar oleh kekuasaan / penekatan tertentu.
  9. Eklektik : Pendekatan ini menekankan pada potensialitas, kreatifitas, dabn inisiatif wali atau guru kelas dalam memilih berbagai pendekatan tersebut berdasarkan situasi yang dihadapinya.
  10. Analitik Pluralistik : Guru dapat memilih dan menggabungkan secara bebas pendekatan- pendekatan sesuai dengan kemampuan selama maksud dan penggunaannnya untuk pengelolaan kelas sehingga proses belajar mengajar berjalan secara efektif dan efisien.

4. Pendekatan apa yang sering digunakan oleh guru di kelas. Berikan contoh!
Semua pendekatan digunakan dalam kelas namun pendekatan yang sering diterapkan dalam kelas menurut saya adalah pendekatan kekuasaan contoh: memarahi, mengomel, menghukum, melarang dan memerintah. Pendekatan ancaman contoh: melarang, mengejek menyindir dan memaksa. Pendekatan kelompok contoh:membentuk kelompok belajar yang merata, untuk menjaga kondisi kelas tersebut guru harus dapat mempertahankan semangat yang tinggi, mengatasi konflik, dan mengurangi masalah - masalah pengelolaan.

5. Hambatan apa yang sering muncul dalam manajemen kelas!
o Faktor Guru
 Tipe kepemimpinan guru.
 Format pembelajaran yang monoton.
 Kepribadian guru.
 Pengetahuan guru.
 Pemahaman guru tentang peserta didik.
o Faktor Peserta Didik
Kekurangan sandaran peserta didik dalam memenuhi tugas dan haknya sebagai anggota suatu kelas atau suatu sekolah dapat merupakan faktor utama penyebab masalah pengelolaan kelas.
o Faktor Keluarga
Tingkah laku peserta didik di dalam kelas merupakan pencerminan keadaan keluarganya. Sikap otoriter orang tua akan tercermin dari tingkah laku peserta didik yang agresif atau apatis di dalam kelas.
o Faktor Fasilitas
 Jumlah peserta didik dalam kelas
 Besar ruangan kelas
 Ketersediaan alat



BAB IV
1. Jelaskan, mengapa guru merupakan unsur dominan dalam penciptaan sistem lingkungan yang menunjang proses pembelajaran!
Manajemen kelas, dikatakan menarik, karena selain memerlukan kemampuan pribadi serta ketekunan menghadapinya akan bergelut dengan manajemen kelas agar terselenggara proses pembelajaran yang efektif demi tercapainya tujuan pembelajaran. Penciptaan sistem lingkungan yang merangsang anak untuk belajar sangat diperlukan karena hanya dengan situasi belajar seperti itulah tujuan akan tercapai. Sehingga guru harus memiliki kemampuan profesional termasuk kemampuan memanajemeni kelas.

2. Jelaskan, mengapa tindakan manajemen merupakan terapi yang tepat dalam manajemen kelas!
Karena manajemen kelas mengacu pada:
a. Tindakan pencegahan (preventif) dengan tujuan menciptakan kondisi pembelajaran yang menguntungkan, dan
b. Tindakan korektif yang merupakan tindakan koreksi terhadap tingkah laku menyimpang yang dapat menggangu kondisi optimal dari proses pembelajaran yang sedang berlangsung.
Dalam pemenuhannya guru dituntut menjadikan manajemen kelas untuk mencapai tujuan tertentu.

3. Kemukakan alasan-alasannya, mengapa seorang guru tidak boleh langsung menunjukkan kesalahan siswa, pada suatu pertemuan guru-siswa dalam membicarakan penyimpangan siswanya!
Karena telah dijelaskan dalam pengertian dari dimensi kuratif dan langkah - langkah prosedur dimensi penyembuhan adalah:
a. Mengidentifikasi masalah
b. Menganalisis masalah
c. Menilai alternative-alternatif pemecahan
d. Mendapatkan balikan
Sehingga sebelum guru menunjukkan kesalahan siswa guru tersebut harus tahu tentang apa yang melatarbelakangi perilaku siswa, setelah itu guru mengaanalisis masalah dan mencari pemecahan masalah yang sedang dialami siswa tersebut, kemudian dengan memantau tindakan siswanya tersebut setiap saat untuk mengetahui alternatif yang dipilihnya tepat atau tidak dengan mengamati perubahan –perubahan yang terjadi.

4. Dilihat dari sifatnya, manajemen kelas dibedakan atas dua jenis manajemen kelas. Jelaskan jenis-jenis tersebut!
a. Dimensi pencegahan (preventif)
Merupakan tindakan guru dalam mengatur peserta didik dan peralatan serta format pembelajaran yang tepat sehingga menumbuhkan kondisi yang menguntungkan bagi berlangsungnya proses pembelajaran yang efektif dan efisien.
b. Dimensi kuratif
Merupakan tindakan terhadap tingkah laku yang menyimpang yang sudah terlanjur terjadi agar penyimpangan itu tudak berlarut-larut. Guru berusaha untuk menumbuhkan kesadaran akan penyimpangan yang dibuat dan akhirnya akan menimbulkan kesadaran dan tanggung jawab untuk memperbaiki diri melalui kegiatan-kegiatan yang direncanakan dan dapat dipertanggung jawabkan.



BAB V
1. Jelaskan mengapa kondisi fisik tempat belajar berpengaruh penting terhadap hasil belajar!
Karena lingkungan fisik yang menguntungkan dan memenuhi syarat akan mendukung meningkatnya intensitas pembelajaran siswa dan mempunyai pengaruh positif terhadap pencapaian tujuan pengajaran. Diantaranya:
1) Ruangan tempat berlangsungnya pembelajaran
2) Pengaturan tempat duduk
3) Ventilasi dan pengaturan cahaya
4) Pengaturan penyimpanan barang-barang

2. Gambarkan kemungkinan-kemungkinan pengaturan tempat duduk siswa, dan jelaskan kekuatan dan kelemahan masing-masing formasi tempat duduk!
 Tempat duduk siswa berpola baris/deret

  • Kelebihan: Siswa mampu di jangkau oleh pandangan guru, kelas tampak lebih teratur dam rapi, dan guru dapat mengawasi dari depan.
  • Kekurangan: Guru biasanya kurang memperhatikan siswa yang ada di belakang. Siawa yang tempat duduknya dibelakang biasanya tidak dapat menerima pelajaran secara maksimal.

 Tempat duduk siswa berkelompok
  • Kelebihan: Siswa dapat mendiskusikan masalah belajarnya dengan siswa satu kelompoknya dan dapat memaksimalkan kegiatan belajarnya dengan baik.
  • Kekurangan: Kondisi kelas biasanya ramai dan materi yang disampaikan tidak dapat disampaikan secara maksimal dalam kondisi kelas yang demikian.

 Tempat duduk siswa berbentuk Tapal kuda/setengah linngkaran
  • Kelebihan: guru dapat menjangkau seluruh peserta didik sehingga pembelajaran dapat maksimal.
  • Kekurangan : kondisi ini digunakan untuk kelas yang jumlah siswanya tidak terlalu banyak.

 Tempat duduk berbentuk Lingkaran dan persegi
  • Kelebihan: Sistem ini dapat menyelesaikan permasalahan kelompok secara bersama dengan peserta didik yang jumlahnya banyak, dapat menjadikan mudah permasalahan yang dianggap berat/ sulit.
  • Kekurangan: Pembelajaran kurang efektif dalam penerimaan dan pemberian tugas, karena siswa sekolah dasar umumnya lebih suka bermain.

1 komentar:

  1. makasih ya share ttg manajemen klas :)
    sgd bermanpaat bagi saya dan bagi pembaca yg lainnya :)
    kalo sempet mampir di blog saya ya . . .
    dan follow me :) 10120153.blogspot.com

    BalasHapus