Kamis, 16 Februari 2012

Hati-hati Kanker Serviks!!

Apa itu kanker serviks??
Kanker serviks merupakan penyakit kanker yang terjadi pada daerah leher rahim. Yaitu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim. Letaknya antara rahim (uterus) dengan liang senggama wanita (vagina). Ini terjadi jika sel-sel abnormal pada leher rahim tumbuh tidak terkendali. Leher rahim adalah bagian bawah rahim yang terbuka ke arah vagina. Penyakit ini dapat disembuhkan apabila masih dalam tahap awal atau tahap dini melalui papsmear.

Apa penyebabnya??
Hal ini disebabkan oleh virus human papilloma virus (HPV), yang menyerang leher rahim. Berawal terjadi pada leher rahim, apabila telah memasuki tahap lanjut, kanker ini bisa menyebar ke organ-organ lain di seluruh tubuh penderita. Virus ini dapat menular melalui kontak seksual oleh seseorang yang memiliki virus tersebut. Akan tetapi virus ini banyak jenisnya dan tidak semua dapat mengakibatkan timbulnya kanker serviks.

Gejala yang perlu diwaspadai!!
Pada tahap awal, penyakit ini tidak menimbulkan gejala yang mudah diamati. Itu sebabnya, bagi yang sudah aktif secara seksual amat dianjurkan untuk melakukan tes Papsmear setiap dua tahun sekali. Gejala fisik serangan penyakit ini pada umumnya hanya dirasakan oleh penderita kanker stadium lanjut.

Gejala kanker serviks tingkat lanjut :
  • munculnya rasa sakit dan perdarahan saat berhubungan intim (contact bleeding).
  • keputihan yang berlebihan dan tidak normal.
  • perdarahan di luar siklus menstruasi.
  • penurunan berat badan drastis.
  • Apabila kanker sudah menyebar ke panggul, maka pasien akan menderita keluhan nyeri punggung
  • juga hambatan dalam berkemih, serta pembesaran ginjal.
Bagaimana pengobatannya??
Untuk tahab dini, ini bisa disembuhkan dan masih ada peluang untuk memiliki keturunan setelah melakukan perawatan. Namun untuk tahap kronis/ kanker, sulit sekali untuk memiliki keturunan. Perawatan tersebut antara lain:
  • pengangkatan getah bening panggul dengan atau tanpa pengangkatan kedua ovarium atau tuba falopi.
  • kemoterapi
  • terapi radiasi
Hal tersebut tergantung seberapa tingkat keganasan penyakit yang ada dalam diri si penderita.

Bagaimana pencegahannya??
Meski menempati peringkat tertinggi di antara berbagai jenis penyakit kanker yang menyebabkan kematian, kanker serviks merupakan satu-satunya jenis kanker yang telah diketahui penyebabnya. Karena itu, upaya pencegahannya pun sangat mungkin dilakukan. Yaitu dengan cara :
  • tidak berhubungan intim dengan pasangan yang berganti-ganti
  • rajin melakukan pap smear setiap dua tahun sekali bagi yang sudah aktif secara seksual
  • dan melakukan vaksinasi HPV bagi yang belum pernah melakukan kontak secara seksual
  • memelihara kesehatan tubuh
Siapa saja yang berisiko terinfeksi?
Perempuan yang rawan mengidap kanker serviks adalah mereka yang berusia antara 35-50 tahun, terutama yang telah aktif secara seksual sebelum usia 16 tahun. Hubungan seksual pada usia terlalu dini bisa meningkatkan risiko terserang kanker leher rahim sebesar 2 kali dibandingkan perempuan yang melakukan hubungan seksual setelah usia 20 tahun. Kanker leher rahim juga berkaitan dengan jumlah lawan seksual. Semakin banyak lawan seksual yang di miliki, maka kian meningkat pula risiko terjadinya kanker leher rahim. Sama seperti jumlah lawan seksual, jumlah kehamilan yang pernah dialami juga meningkatkan risiko terjadinya kanker leher rahim. Penderita yang terinfeksi virus HIV dan yang dinyatakan memiliki hasil uji pap smear abnormal, serta para penderita gizi buruk, juga berisiko terinfeksi virus HPV. Pada penderita yang melakukan diet ketat, rendahnya konsumsi vitamin A, C, dan E setiap hari bisa menyebabkan berkurangnya tingkat kekebalan pada tubuh, sehingga mudah terinfeksi.

Coba deteksi!!
Pap smear adalah metode pemeriksaan standar untuk mendeteksi kanker leher rahim. Namun, pap smear bukanlah satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk mendeteksi penyakit ini. Ada pula jenis pemeriksaan dengan menggunakan asam asetat (cuka). Menggunakan asam asetat cuka adalah yang relatif lebih mudah dan lebih murah dilakukan. Jika menginginkan hasil yang lebih akurat, kini ada teknik pemeriksaan terbaru untuk deteksi dini kanker leher rahim, yang dinamakan teknologi Hybrid Capture II System (HCII).


Sumber utama : http://female.kompas.com – kanker serviks

1 komentar: